Plt Kadisdikpora Kampar: “Saya Siap Mundur Jika Bupati Mau”
- account_circle RD
- calendar_month Senin, 15 Jun 2026
- visibility 89
- print Cetak

KAMPAR- Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Pemuda Peduli Pendidikan Riau menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar.
Dalam aksi tersebut, massa mendesak Bupati Kampar untuk segera mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Kampar, Helmi, karena dinilai tidak sesuai dengan kompetensi dan latar belakang yang dibutuhkan untuk memimpin sektor pendidikan.
Koordinator lapangan aksi, Andri Kurniawan, Senin (15/6/2026), dalam orasinya menyampaikan bahwa penunjukan pejabat harus mengacu pada aturan dan kompetensi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Menegemen Aparatur Sipil Negara (ASN). “Kami mendesak Bupati Kampar untuk segera mencopot saudara Helmi dari jabatan Plt Kadisdikpora Kampar. Jabatan strategis di dunia pendidikan harus diisi oleh orang yang memiliki kompetensi dan keahlian yang sesuai. Ini penting demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Kampar,” ujar Andri di hadapan peserta aksi.
Selain menyampaikan tuntutan pencopotan, massa juga menyoroti berbagai isu yang berkembang di lingkungan Disdikpora Kampar, termasuk dugaan praktik fee proyek yang belakangan menjadi perhatian publik. Dalam aksi tersebut, Plt Kadisdikpora Kampar Helmi bersama sekretaris dinas sempat menemui para demonstran untuk mendengarkan tuntutan yang disampaikan.
Di hadapan massa, Helmi menegaskan bahwa dirinya siap menerima keputusan pimpinan daerah terkait jabatannya. “Saya siap mundur apabila Bupati Kampar tidak menginginkan saya lagi menjadi Plt Kadisdikpora,” ujar Helmi saat berdialog dengan para pengunjuk rasa.
Namun suasana mulai memanas ketika demonstran mempertanyakan isu dugaan fee proyek di lingkungan Disdikpora Kampar yang saat ini dipimpinnya. Menurut massa aksi, persoalan tersebut harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Saat ditanya mengenai dugaan fee proyek tersebut, Helmi terlihat tidak memberikan jawaban yang tegas.
Melihat hal itu, Andri Kurniawan kembali menegaskan bahwa pihaknya siap mempertanggungjawabkan setiap pernyataan yang disampaikan dalam aksi. “Kami siap dilaporkan apabila apa yang kami sampaikan tidak benar. Kami memiliki bukti-bukti konkret terkait dugaan fee proyek di lingkungan Disdikpora Kampar. Karena itu kami meminta aparat penegak hukum untuk turun melakukan penyelidikan,” tegas Andri.
Menurut peserta aksi, setelah pertanyaan mengenai dugaan fee proyek disampaikan, Helmi tidak memberikan tanggapan lebih lanjut dan kemudian meninggalkan lokasi aksi. Forum Mahasiswa dan Pemuda Peduli Pendidikan Riau menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga tuntutan dikabulkan oleh Bupati Kampar dan aparat penegak hukum.
- Penulis: RD
