Kapolri Mutasi Kabid Humas Polda Riau Usai Sempat Diprotes Wartawan.
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- visibility 56
- print Cetak

Kampar – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi dan mutasi terhadap sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah di lingkungan Polri. Di jajaran Polda Riau, mutasi tersebut menyasar pejabat utama hingga empat Kapolres melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1341/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026
Salah satu mutasi yang paling menyita perhatian adalah pergantian Kabid Humas Polda Riau. Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad dimutasi menjadi Gadik Kepolisian Madya K III Diklatsusjatrans Lemdiklat Polri. Posisi Kabid Humas Polda Riau selanjutnya diisi oleh pejabat baru sesuai keputusan Kapolri.
Pergantian tersebut memunculkan berbagai tanggapan di kalangan masyarakat dan insan pers. Pasalnya, beberapa waktu sebelumnya, Kabid Humas Polda Riau menjadi sorotan setelah sejumlah wartawan di Riau menyampaikan protes terhadap pola komunikasi yang dinilai kurang terbuka. Kritik itu muncul karena adanya keluhan mengenai akses peliputan, mekanisme penyampaian informasi, serta hubungan kemitraan antara kepolisian dan media yang dinilai perlu diperbaiki.
Sejumlah jurnalis saat itu secara terbuka meminta agar pelayanan informasi publik lebih mengedepankan prinsip keterbukaan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Menurut mereka, hubungan yang baik antara kepolisian dan media merupakan bagian penting dalam menjaga transparansi kepada masyarakat.
Meski demikian, hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari Mabes Polri yang menyebut mutasi tersebut merupakan konsekuensi dari protes wartawan ataupun bentuk sanksi terhadap pejabat yang bersangkutan. Secara resmi, Polri selama ini menjelaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari kebutuhan organisasi, penyegaran, pembinaan karier, serta evaluasi internal.
Terlepas dari alasan mutasi tersebut, pergantian Kabid Humas Polda Riau diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi publik yang lebih terbuka, profesional, dan membangun hubungan kemitraan yang sehat dengan media. Keterbukaan informasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Dengan adanya pejabat baru, publik dan insan pers berharap pelayanan informasi di lingkungan Polda Riau semakin responsif, transparan, serta mampu menciptakan komunikasi yang lebih baik antara kepolisian, media, dan masyarakat.
- Penulis: Redaksi
