Aldi Fernandes: Penunjukan Helmi SH MH Sebagai Plt Kadisdikpora Kampar Perlu Dievaluasi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
- visibility 544
- print Cetak

Kampar – Aktivis Forum Kota (Forkot) Kampar, Aldi Fernandes menyampaikan kritik terhadap penunjukan Helmi SH MH sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar.
Menurut Aldi, jabatan yang berkaitan langsung dengan pengelolaan pendidikan seharusnya ditempati oleh figur yang memiliki latar belakang pendidikan, pengalaman, dan kompetensi yang relevan dengan dunia pendidikan. Aldi berpendapat bahwa aspek keilmuan perlu menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengisian jabatan strategis di sektor pendidikan.
“Dalam pandangan kami, dunia pendidikan membutuhkan pemimpin yang memahami persoalan pendidikan secara mendalam. Karena itu, kompetensi dan latar belakang yang relevan harus menjadi perhatian utama.” ujar Aldi, Selasa (09/06/2026)
Aldi juga menyampaikan pandangannya bahwa kondisi pendidikan di Kabupaten Kampar masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Pendidikan Kampar menurut kami tidak baik-baik saja. Menurutnya dinas pendidikan harus dipimpin oleh orang yang sesuai dengan keilmuannya.
“Masih banyak persoalan yang harus dibenahi, mulai dari kualitas pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga tata kelola pendidikan secara menyeluruh.” katanya.
Lebih lanjut, Aldi mengatakan bahwa kritik yang disampaikannya bukan ditujukan kepada pribadi Helmi SH MH, melainkan sebagai bentuk masukan terhadap kebijakan penempatan pejabat pada jabatan yang menurutnya memiliki peran sangat penting bagi masa depan pendidikan daerah.
Ia berharap Bapak Ahmad Yuzar selaku Bupati Kampar dapat memastikan bahwa setiap pengisian jabatan strategis dilakukan secara profesional, objektif, dan mempertimbangkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Menurut Aldi, sektor pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Oleh karena itu, kebijakan yang berkaitan dengan kepemimpinan di lingkungan Dinas Pendidikan harus benar-benar mempertimbangkan kemampuan manajerial, pemahaman terhadap dunia pendidikan, serta kapasitas dalam merumuskan kebijakan yang berdampak positif bagi peserta didik, guru, dan masyarakat.
Lanjut Aldi, ia akan terus memberikan masukan dan melakukan pengawasan terhadap kebijakan publik yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Kampar terbuka terhadap kritik dan masukan. Semua yang kami sampaikan bertujuan agar kualitas pendidikan di Kampar semakin baik dan mampu melahirkan generasi yang unggul di masa depan,” tutupnya.
- Penulis: Redaksi
